
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin (21/9), dengan saham teknologi menjadi motor utama kenaikan setelah investor merespons positif perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI) serta meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga minyak. Indeks S&P 500 naik 1,5%, sementara Nasdaq 100 melonjak 2,8% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,7%.
Sektor teknologi memimpin reli setelah optimisme terhadap perkembangan AI kembali meningkat. Saham Meta Platforms melonjak sekitar 11% setelah muncul sinyal positif terkait pengembangan agen AI perusahaan, sementara saham perusahaan chip ikut terdorong dan Advanced Micro Devices (AMD) berhasil menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun. Sentimen positif sektor teknologi membantu mendorong Nasdaq mencatatkan hari terbaik sejak awal Agustus.
Selain faktor teknologi, pasar juga mendapatkan dukungan dari pelemahan harga energi. Harga minyak Brent turun dan menetap di sekitar level US$100 per barel setelah muncul harapan terhadap upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB, sementara aktivitas pengiriman minyak Arab Saudi dari kawasan Teluk Persia mulai meningkat.
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan The Fed. Yield Treasury AS 10 tahun juga turun kembali di bawah level 5%, memberikan ruang bagi aset berisiko seperti saham untuk menguat. Sementara itu, Bitcoin turut mendapatkan sentimen positif dan berhasil menembus level US$86.000.
Perhatian investor kini mulai beralih pada pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Pasar menantikan perkembangan terkait perdagangan, teknologi AI, investasi, serta akses terhadap mineral penting. Kesepakatan positif antara kedua negara berpotensi meningkatkan sentimen terhadap saham teknologi, industri, dan sektor konsumen, sementara kegagalan negosiasi dapat kembali memicu kekhawatiran perang dagang.
Analisis Newsmaker: Kenaikan Wall Street hari ini menunjukkan investor kembali mengambil risiko setelah tekanan dari suku bunga tinggi dan konflik geopolitik mulai mereda. Namun, pasar masih sensitif terhadap dua faktor utama: perkembangan konflik Timur Tengah dan arah hubungan dagang AS-China. Jika harga energi tetap stabil dan hubungan dagang membaik, sektor teknologi berpotensi tetap menjadi penggerak utama pasar. Sebaliknya, lonjakan minyak atau ketegangan perdagangan dapat kembali meningkatkan volatilitas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id