
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) bergerak menguat terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa (22/9), dengan pasangan AUD/USD berada di sekitar level 0,7120 pada sesi Eropa. Penguatan AUD terjadi setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock memberikan sinyal bahwa bank sentral masih memperhatikan risiko inflasi akibat tekanan harga dari sisi pasokan.
Bullock mengatakan gangguan pasokan merupakan tantangan bagi kebijakan moneter karena sulit ditangani secara langsung. Namun, kebijakan tetap perlu mengantisipasi dampak lanjutan dari tekanan tersebut terhadap inflasi. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan kebijakan RBA pada 28–29 September, di mana pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga lanjutan.
Pasar saat ini memperkirakan sekitar 90% peluang RBA menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4,60% pada pertemuan berikutnya. Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko inflasi Australia, bahkan membuka peluang adanya kenaikan tambahan pada November.
Di sisi lain, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari sikap hawkish The Fed. Bank sentral AS sebelumnya menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%–4,00% dan memberikan sinyal kemungkinan kenaikan tambahan sebelum akhir tahun. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem juga menilai kebijakan yang lebih ketat masih diperlukan untuk menjaga inflasi tetap menuju target 2%.
Analisis Newsmaker:
AUD/USD saat ini mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, tetapi penguatan masih menghadapi tantangan dari dolar AS yang didukung prospek pengetatan The Fed. Pergerakan pasangan mata uang ini selanjutnya akan bergantung pada keputusan RBA, pernyataan pejabat The Fed, serta perkembangan data inflasi global. (asd)