
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level psikologis 102,00 pada perdagangan Kamis(29/10), meski kesulitan memperpanjang kenaikan dari sesi Asia. Indeks masih bergerak dekat level tertinggi dua minggu setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dengan nada kebijakan yang cenderung hawkish.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis awal produk domestik bruto AS kuartal III dan indeks harga Personal Consumption Expenditures yang dijadwalkan hari ini. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember dan mendorong DXY lebih tinggi, sementara hasil yang lebih lemah dapat membatasi momentum dolar.
The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga melalui keputusan 10–2, dengan dua pejabat mendukung kenaikan sebesar 25 basis poin. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa bank sentral tetap waspada terhadap tekanan inflasi dan risiko geopolitik, sehingga pasar masih melihat peluang kebijakan moneter ketat berlanjut.
Dukungan terhadap dolar juga datang dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali berlangsung, namun ancaman aksi militer belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven tetap tinggi.
Secara teknikal, DXY masih menghadapi resistance di sekitar 102,55. Jika indeks mampu menembus level tersebut secara berkelanjutan, peluang penguatan menuju level tertinggi Oktober akan semakin terbuka. Sebaliknya, koreksi masih berpotensi terbatas selama sentimen hawkish The Fed dan risiko geopolitik tetap menopang dolar.