
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (27/10/2026), bergerak di sekitar level 102,00 menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Dolar mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut setelah pulih dari posisi terendah tiga minggu yang disentuh pada Kamis lalu. Meskipun sempat mencapai level tertinggi hampir dua minggu selama sesi Asia, penguatan dolar masih terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga yang berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan global.
Penguatan dolar didukung oleh meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS, pemulihan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Harga energi yang masih tinggi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, sehingga membuka kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Selain itu, status dolar sebagai aset aman (safe haven) masih memberikan dukungan ketika pelaku pasar menghadapi risiko konflik internasional dan ketidakpastian ekonomi global.
Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Oleh karena itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada keputusan bunga, tetapi juga pernyataan kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh. Para pelaku pasar akan mencermati apakah bank sentral memberikan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan atau justru memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Minimnya perubahan kebijakan yang diperkirakan pada Oktober membuat komunikasi The Fed berpotensi menjadi penentu utama arah dolar.
Sementara itu, pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 80% kenaikan suku bunga pada Desember, sebagaimana tercermin dalam estimasi pasar yang dilaporkan menjelang pertemuan. Ekspektasi tersebut dipengaruhi oleh tekanan inflasi akibat mahalnya harga energi, meskipun sejumlah pejabat The Fed sebelumnya menyatakan tidak perlu terburu-buru melakukan pengetatan lanjutan. Investor juga menantikan publikasi produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga dan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Kamis (29/10), yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pertumbuhan ekonomi dan perkembangan inflasi.
Pandangan kedepannya, prospek dolar AS akan sangat dipengaruhi oleh perbedaan antara ekspektasi pasar dan pesan yang disampaikan The Fed. Jika bank sentral mempertahankan sikap hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga Desember, DXY berpotensi melanjutkan penguatan seiring kenaikan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, pernyataan yang lebih dovish atau data ekonomi yang melemah dapat mendorong koreksi dolar. Bagi pasar emas, penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi menjadi hambatan utama pemulihan harga, sehingga keputusan FOMC pekan ini berpotensi menentukan arah pergerakan Gold berikutnya.