
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas menguat pada Rabu (28/10) setelah dolar AS melemah menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh bahwa kondisi keuangan AS menunjukkan pengetatan sejak keputusan suku bunga September. Harga emas spot naik 0,2%, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,8%.
The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4% melalui keputusan 10-2. Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih kenaikan 25 basis poin. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar meskipun data inflasi AS terbaru masih menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan.
Dalam konferensi pers, Warsh mengatakan kondisi pasar tenaga kerja masih cukup positif, sehingga pembahasan FOMC lebih banyak berfokus pada persoalan inflasi. Ia juga menyebut adanya pengetatan kondisi keuangan dan perubahan perilaku pelaku pasar sejak pertemuan September.
Pernyataan tersebut memberikan sedikit ruang bagi emas untuk menguat karena pengetatan kondisi keuangan dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk segera memperketat kebijakan. Namun, Warsh belum memberikan kepastian mengenai arah suku bunga berikutnya dan menegaskan bahwa keputusan akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan datang.
Data penting yang ditunggu pasar adalah pertumbuhan ekonomi AS kuartal III dan indikator inflasi PCE September. Kedua data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan kebijakan berikutnya, terutama setelah Warsh menyebut periode mendatang akan dipenuhi informasi ekonomi penting.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak membatasi penguatan emas. Brent naik 1,1% di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Serangan terhadap fasilitas energi Saudi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Analisis Newsmaker: Emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan sinyal bahwa kondisi keuangan mulai mengetat, tetapi kenaikan harga minyak kembali menjadi risiko karena dapat menjaga inflasi tetap tinggi. Fokus berikutnya tertuju pada data GDP dan PCE AS. Jika inflasi melunak, peluang emas melanjutkan penguatan semakin terbuka, sementara data yang kembali panas dapat memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Sumber : Newsmaker.id