
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis(29/10) setelah pelaku pasar mencermati upaya diplomasi baru untuk mencegah dimulainya kembali serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Brent turun ke bawah US$111 per barel setelah sempat menguat lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$101 per barel.
Tekanan terhadap minyak muncul setelah laporan menyebut Wakil Presiden AS JD Vance menghubungi Mohsen Rezaei, pejabat tinggi keamanan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan Teheran masih memberikan ruang bagi jalur diplomasi, sementara Presiden Donald Trump mengakui komunikasi dengan Iran terus berlangsung melalui perantara.
Meningkatnya aktivitas diplomasi mendorong aksi ambil untung setelah Brent melonjak sekitar 10% sepanjang bulan ini. Harapan terhadap deeskalasi membantu mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, meski pasar tetap waspada terhadap kemungkinan operasi militer baru setelah pemilu sela AS pada 3 November.
Dari sisi pasokan, kondisi pasar masih menunjukkan sinyal beragam. Ekspor Arab Saudi tetap bertahan dekat level tertinggi selama konflik, sementara persediaan minyak mentah AS turun 1,9 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Juli. Ekspor minyak AS juga mencapai laju terkuat sejak Mei, sedangkan stok bensin di wilayah Midwest turun ke level terendah sepanjang sejarah.
Dalam jangka pendek, arah harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS–Iran dan potensi eskalasi setelah pemilu sela AS. Kemajuan negosiasi berpotensi menekan premi risiko lebih lanjut, sementara kegagalan diplomasi atau munculnya serangan baru dapat dengan cepat mengangkat kembali harga Brent dan WTI.