
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak melemah setelah investor mencermati kembali upaya diplomasi di Timur Tengah untuk mencegah berlanjutnya serangan militer AS terhadap Iran. Brent berada di US$114,58 per barel, sementara WTI di US$103,48 per barel, setelah harga minyak sebelumnya melonjak tajam.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Tehran masih memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi. Laporan juga menyebut Wakil Presiden AS JD Vance telah menghubungi Mohsen Rezaei, sekretaris badan keamanan tertinggi Iran, meningkatkan harapan bahwa komunikasi antara kedua pihak mulai terbuka.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi berlangsung melalui mediator, meski belum memastikan apakah upaya tersebut akan berhasil. Perkembangan diplomatik seperti ini berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak lebih tinggi.
Harga Brent telah menguat signifikan sepanjang Oktober dan sempat mencapai level tertinggi sejak April. Lonjakan tersebut meningkatkan tekanan terhadap konsumen sekaligus menyulitkan bank sentral dalam mengendalikan inflasi, terutama ketika harga energi tetap tinggi.
Pasar juga mencermati pemilu paruh waktu AS pada 3 November serta perkembangan politik Israel. Trump sebelumnya memberi sinyal kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran setelah pemilu, sementara hasil pemilu Israel menunjukkan persaingan ketat dan belum menghasilkan jalur jelas menuju pembentukan pemerintahan.
Dari pasar fisik, pasokan menunjukkan sinyal beragam. Ekspor Arab Saudi masih berada di level tinggi meski terdapat serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal di Selat Hormuz. Di AS, persediaan minyak mentah turun 1,9 juta barel dalam sepekan terakhir dan mencapai level terendah sejak Juli.
Investor selanjutnya akan mencermati laporan kinerja perusahaan minyak besar seperti Shell, TotalEnergies, ExxonMobil, dan Chevron. Kombinasi perkembangan diplomasi Iran, risiko gangguan pasokan, data persediaan AS, dan laporan perusahaan energi akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga minyak berikutnya. (srh)
Sumber: Newsmaker.id