
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) naik 0,2% ke 102,22 pada Selasa (27/10), seiring investor melakukan positioning menjelang rangkaian keputusan bank sentral pekan ini. The Fed akan mengumumkan keputusan pada Rabu, disusul ECB pada Kamis dan Bank of Japan pada Jumat.
Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga. Karena itu, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan dan panduan kebijakan masing-masing bank untuk mencari petunjuk mengenai prospek ekonomi serta arah suku bunga berikutnya.
Terhadap euro, dolar menguat dengan EUR/USD turun 0,25% ke US$1,1144. Euro menjadi mata uang negara maju dengan kinerja terburuk pada Oktober, melemah sekitar 1,65% terhadap dolar, akibat tingginya biaya energi, gejolak obligasi Prancis, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara tersebut.
Sementara itu, USD/JPY naik 0,15% ke 157,73, meski yen sebelumnya menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik pada pekan lalu. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama juga menegaskan pemerintah siap mengambil langkah tegas di pasar valuta asing untuk mendukung mata uangnya.
Sterling melemah 0,16% ke US$1,3317, sedangkan dolar Selandia Baru menguat 0,33% ke US$0,5699. Dolar Kanada melemah 0,14% terhadap greenback menjadi C$1,404 per dolar, menjelang keputusan RBNZ dan Bank of Canada yang diperkirakan menaikkan suku bunga pada Rabu.
Analisis Newsmaker: Penguatan dolar saat ini terutama mencerminkan kehati-hatian investor menjelang keputusan bank sentral. Jika The Fed mempertahankan suku bunga sekaligus memberikan sinyal hawkish, DXY berpotensi melanjutkan penguatan dan menekan mata uang utama. Sebaliknya, nada dovish dapat membatasi penguatan dolar dan membuka ruang bagi euro, yen, serta sterling untuk melakukan rebound.
Sumber : Newsmaker.id