
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS menguat ke 101,9 pada Senin (26/10), mengakhiri penurunan selama dua pekan berturut-turut. Penguatan terjadi ketika investor mulai bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi agenda ekonomi penting dan keputusan kebijakan moneter The Fed.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Karena itu, perhatian pasar akan tertuju pada panduan kebijakan dan apakah para pejabat memberikan sinyal mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Data ekonomi AS juga menjadi perhatian utama, khususnya pertumbuhan PDB dan indeks harga PCE. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan tekanan inflasi yang akan memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Dari sisi sentimen pasar, penguatan Wall Street yang didorong optimisme terhadap rencana IPO Anthropic serta penurunan harga minyak turut memberikan dukungan bagi dolar AS. Greenback tercatat menguat terutama terhadap euro, pound sterling, dan yen.
Analisis Newsmaker: Penguatan dolar saat ini masih sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan The Fed. Jika PDB dan PCE menunjukkan ekonomi serta inflasi tetap kuat, peluang kenaikan suku bunga pada Desember dapat kembali menguat dan menopang dolar. Sebaliknya, sinyal dovish dari The Fed berpotensi membatasi penguatan indeks dolar dan membuka ruang bagi mata uang utama lainnya untuk rebound. (arl)
Sumber : Newsmaker.id