
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin (BTC) bergerak di dekat $80.000 pada perdagangan sesi AS hari Senin (26/10), setelah sempat turun ke area US$79.000. Tekanan masih terasa setelah BTC mencatat penurunan mingguan sekitar 3,6%, sementara Ethereum (ETH) berada di sekitar US$2.300 dan Solana (SOL) sekitar US$100. XRP juga masih berada di sekitar US$1,30. Pergerakan ini menunjukkan investor masih cenderung defensif menjelang agenda makro besar pekan ini. Pintu
Tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya berasal dari faktor teknikal, tetapi juga perubahan arus dana institusional. ETF spot Bitcoin sempat mencatat inflow besar pada 19–21 Oktober, tetapi kemudian berbalik menjadi outflow pada 22–23 Oktober. Secara keseluruhan, ETF Bitcoin masih mencatat arus masuk bersih sekitar US$301,2 juta sepanjang pekan lalu, tetapi pembalikan arus tersebut menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati. Pintu
Sentimen risiko juga dipengaruhi aksi jual saham teknologi AS dan kekhawatiran terhadap besarnya investasi AI. Ketika saham teknologi tertekan, Bitcoin ikut kehilangan momentum karena aset kripto masih sensitif terhadap perubahan appetite terhadap aset berisiko. Di pasar derivatif, open interest futures Bitcoin masih berada di atas level awal pekan, sementara likuidasi posisi long mendominasi, sehingga volatilitas dapat meningkat ketika harga bergerak tajam. Markets.com
Fokus terbesar sekarang adalah FOMC pada Rabu. Pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75%–4%, sehingga perhatian akan beralih pada pernyataan kebijakan dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh. Jika sikap The Fed lebih hawkish, yield dan dolar berpotensi menguat sehingga menekan Bitcoin dan altcoin. Sebaliknya, sinyal yang lebih dovish dapat memberikan ruang bagi aset kripto untuk rebound.
Selain The Fed, GDP AS dan PCE pada Kamis menjadi katalis berikutnya. PCE sangat penting karena menjadi indikator inflasi yang diperhatikan The Fed. Untuk saat ini, area US$80.000 menjadi level psikologis penting BTC, sementara ETH dan SOL masih menunjukkan tekanan yang relatif lebih besar. Selama Bitcoin belum mampu kembali stabil di atas area US$81.800–US$82.000, pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko volatilitas tinggi.
Analisis Newsmaker : Bitcoin masih berada dalam tekanan di sekitar US$80.000 karena investor cenderung defensif menjelang keputusan The Fed, data inflasi PCE, serta laporan kinerja perusahaan teknologi besar AS. Risiko utama datang dari potensi sikap hawkish The Fed yang dapat memperkuat dolar dan yield, sehingga menekan aset berisiko seperti BTC dan altcoin. Namun, jika The Fed memberikan sinyal lebih dovish, ruang rebound kripto kembali terbuka. Untuk sementara, US$80.000 menjadi area psikologis penting yang perlu diperhatikan pasar.
Sumber :Newsmaker.id