
Trending
.jpeg)
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga XAU/USD berada di sekitar US$4.020 per troy ounce pada sesi AS Senin (26/10), kembali bertahan di atas level psikologis US$4.000 setelah sempat turun ke area US$3.978. Rebound terjadi setelah harga minyak terkoreksi dari lonjakan pekan lalu, sehingga kekhawatiran inflasi sedikit mereda. Namun, emas masih mencatat penurunan sekitar 4% dalam sepekan terakhir.
Tekanan dari sisi energi mulai berkurang setelah Brent terkoreksi sekitar 1,6% ke area US$114 per barel, menyusul upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan AS-Iran. Pelemahan minyak memberikan ruang bagi emas untuk pulih karena berkurangnya kekhawatiran inflasi dapat mengurangi tekanan terhadap ekspektasi suku bunga. Meski demikian, risiko pasokan Timur Tengah masih membuat pasar tetap waspada.
Dari sisi moneter, fokus terbesar kini tertuju pada FOMC pada Rabu (28/10). The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, tetapi pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan pada Desember sekitar 80%. Ekspektasi tersebut menjadi hambatan bagi emas karena suku bunga tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Setelah keputusan The Fed, perhatian akan beralih ke PCE AS pada Kamis (29/10) sebagai indikator penting tekanan inflasi. Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan emas. Sebaliknya, pelemahan inflasi dapat memperkuat peluang rebound XAU/USD.
Analisis Newsmaker: Rebound emas saat ini lebih terlihat sebagai relief rally setelah tekanan besar pekan lalu, bukan konfirmasi pembalikan tren. Area US$4.000 menjadi level psikologis penting; selama emas mampu bertahan di atasnya, peluang pemulihan masih terbuka. Namun, jika The Fed kembali hawkish dan PCE menunjukkan inflasi persisten, tekanan bearish berpotensi kembali muncul.
Sumber : Newsmaker.id