
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026), dengan XAU/USD turun ke sekitar US$3.989 per troy ounce setelah sebelumnya sempat kembali menembus US$4.000. Kegagalan mempertahankan rebound menunjukkan tekanan jual masih kuat menjelang pertemuan Federal Reserve pekan ini.
Tekanan terhadap emas terutama berasal dari ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada Desember. Meski bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, tekanan inflasi yang masih tinggi membuat pasar belum sepenuhnya menghapus kemungkinan pengetatan tambahan sebelum akhir tahun.
Data ekonomi AS turut menjadi beban bagi emas. PMI manufaktur Oktober naik ke 56, sementara indeks harga output mencapai level tertinggi sejak 2022. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup kuat dan tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sehingga memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Menariknya, pelemahan emas terjadi ketika harga minyak mulai terkoreksi dan yield Treasury telah turun dari level tertingginya. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap emas juga berasal dari aksi jual serta penyesuaian posisi investor menjelang keputusan FOMC, setelah rebound sebelumnya gagal menarik minat beli lanjutan.
Secara teknikal, level US$4.000 kini kembali menjadi area penting bagi emas. Selama XAU/USD gagal bertahan di atas level tersebut, tekanan berpotensi mengarah ke area US$3.975 hingga US$3.950. Sebaliknya, pemulihan di atas US$4.015–US$4.025 dapat membuka peluang rebound, terutama jika The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish.(CP)