
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dollar AS atau DXY menguat pada awal perdagangan Senin (21/09) dan berada di sekitar 100,30, setelah sebelumnya melemah selama dua hari. Penguatan dollar terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang masih cenderung ketat.
The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama dalam tiga tahun. Bank sentral AS masih menyoroti inflasi yang dinilai terlalu tinggi, sementara kondisi pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja tetap kuat.
Pernyataan pejabat The Fed turut memperkuat sentimen tersebut. Kevin Warsh mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga berikutnya.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober mencapai sekitar 56,5%, naik dari sekitar 42,5% sepekan sebelumnya. Di sisi lain, yen Jepang melemah lebih dari 2% dalam sepekan setelah keputusan Bank of Japan menaikkan suku bunga dan pernyataan Gubernur Kazuo Ueda.
Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap Dollar dan meningkatkan tekanan pada Gold karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih tinggi. Sementara Oil dapat menghadapi tekanan dari dollar yang lebih kuat, meski arah minyak tetap sangat dipengaruhi risiko pasokan dan perkembangan konflik di Timur Tengah.