
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan setelah investor semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan dari Federal Reserve (The Fed) hingga akhir tahun. Indeks dolar AS (DXY) naik sekitar 0,1% ke level 100,335 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tujuh pekan di 100,564 pada perdagangan Jumat.
Penguatan dolar terjadi setelah The Fed pekan lalu secara bulat memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selain keputusan tersebut, para pejabat bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa masih ada kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun, menunjukkan bahwa kebijakan moneter ketat masih menjadi prioritas untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Menurut analis Commerzbank, Thu Lan Nguyen, pasar sebelumnya memang sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan. Namun, masih terdapat keraguan apakah The Fed benar-benar akan mengambil langkah yang cukup cepat dan tegas untuk memperketat kebijakan moneternya. Pernyataan terbaru The Fed berhasil mengurangi keraguan tersebut dan kembali memberikan dukungan terhadap dolar AS.
Pergerakan dolar saat ini juga dipengaruhi oleh stabilnya ekspektasi inflasi jangka panjang yang masih berada di sekitar target inflasi The Fed. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan kebijakan restriktif lebih lama dibandingkan ekspektasi pasar sebelumnya.
Newsmaker melihat, arah dolar ke depan masih akan sangat bergantung pada data ekonomi Amerika Serikat berikutnya, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika data menunjukkan ekonomi masih kuat, peluang kenaikan suku bunga tambahan dapat semakin memperkuat USD. Namun, tanda-tanda perlambatan ekonomi dapat kembali memicu spekulasi bahwa siklus kenaikan bunga The Fed mulai mendekati akhir.
Sumber: Newsmaker.id