
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam 18 bulan pada perdagangan Senin (12/10), didukung meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan Timur Tengah. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 102,16, sedikit melemah dari sesi sebelumnya, tetapi masih dekat level tertinggi dalam 18 bulan. Investor kini mulai mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.
Tekanan geopolitik kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, sementara dua kapal tanker juga dilaporkan menjadi sasaran serangan sepanjang akhir pekan. Kondisi tersebut membuat harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Brent bergerak sekitar US$104 per barel, meski sedikit tertekan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan klaim mengenai gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina.
Di sisi lain, posisi bullish investor terhadap Dolar AS terus meningkat. Data regulator pasar AS menunjukkan posisi bullish terhadap Dolar mencapai sekitar US$36 miliar pada pekan hingga 7 Oktober, meningkat tajam dari sekitar US$8,4 miliar tiga pekan sebelumnya. Penguatan Dolar terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat mulai berkurang, menunjukkan bahwa faktor safe haven dan pelemahan ekonomi di kawasan lain turut menjadi pendorong utama.
Perhatian terbesar pasar kini tertuju pada CPI AS yang akan dirilis Rabu (14/10). Data tersebut menjadi salah satu indikator penting sebelum pertemuan The Fed bulan ini. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 81% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, jika inflasi kembali lebih tinggi dari perkiraan, yield Treasury berpotensi naik dan ekspektasi pengetatan lanjutan dapat kembali menguat.
Newsmaker melihat, Dolar saat ini mendapat dukungan dari dua sisi: permintaan safe haven akibat geopolitik dan kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga energi. Namun, keberlanjutan tren bullish DXY akan sangat bergantung pada CPI AS. Inflasi yang panas berpotensi memperkuat Dolar dan menekan Gold serta aset berisiko, sementara CPI yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan yield dan membuka ruang bagi Dolar untuk terkoreksi.
Sumber: Newsmaker.id