
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level 101 pada perdagangan Senin (12/10), melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan selama empat pekan berturut-turut. Investor kini mulai berhati-hati menjelang rilis sejumlah data inflasi penting Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data yang menjadi perhatian utama adalah Consumer Price Index (CPI) September yang akan dirilis pada Rabu, disusul Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Jika inflasi AS kembali berada di atas ekspektasi, tekanan terhadap pasar obligasi berpotensi meningkat karena investor dapat kembali memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong yield Treasury dan memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS.
Saat ini pasar memperkirakan peluang sekitar 83% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 86%. Artinya, pasar belum mengantisipasi kenaikan dalam waktu dekat, tetapi masih melihat kemungkinan pengetatan lanjutan sebelum akhir tahun apabila tekanan inflasi tetap tinggi.
Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk mengurangi kekhawatiran inflasi. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Rusia akan meningkatkan pasokan diesel ke pasar global dan mengklaim Rusia-Ukraina telah menyepakati “energy ceasefire”. Jika pasokan energi global meningkat dan harga minyak terus turun, tekanan inflasi dapat berkurang sehingga kebutuhan kenaikan suku bunga agresif juga ikut menurun.
Newsmaker melihat, arah Dolar AS pekan ini akan sangat bergantung pada data inflasi AS. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali mengangkat yield Treasury dan memperkuat Dolar, sementara data yang lebih rendah berpotensi memberikan ruang bagi yield dan DXY untuk terkoreksi. Karena itu, CPI menjadi katalis utama yang dapat menentukan apakah tren penguatan Dolar selama empat pekan terakhir masih mampu berlanjut.