
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan EUR/USD bergerak terbatas di sekitar 1,1200 pada perdagangan Senin (12/10), tetapi masih berada dekat level terendah sejak Mei 2025. Euro terus menghadapi tekanan setelah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis meningkat dan berpotensi menyebar ke negara-negara Zona Euro dengan tingkat utang tinggi. Di sisi lain, Dolar AS masih mendapat dukungan dari sentimen safe haven dan ekspektasi kebijakan The Fed yang relatif hawkish.
Krisis utang Prancis menjadi salah satu faktor utama yang membatasi penguatan Euro. Kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah Prancis mengendalikan defisit dan beban utang meningkatkan tekanan terhadap pasar obligasi negara tersebut. Jika kondisi tersebut semakin memburuk, investor berpotensi mengurangi eksposur terhadap aset Euro dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk Dolar AS.
Dari sisi AS, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober memang mulai berkurang, tetapi pasar masih mempertahankan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember. Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah kembali memperkuat permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven. Eskalasi terbaru juga melibatkan kelompok Houthi yang menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, meningkatkan risiko konflik regional dan ketidakpastian pasar.
Newsmaker melihat, arah EUR/USD pekan ini akan sangat ditentukan oleh kombinasi risiko fiskal Eropa, geopolitik Timur Tengah, dan data inflasi AS. CPI pada Rabu dan PPI pada Kamis akan menjadi katalis utama karena inflasi yang lebih tinggi dapat kembali mengangkat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, memperkuat yield dan Dolar. Sebaliknya, data yang lebih rendah berpotensi memberikan ruang bagi Euro untuk melakukan rebound dari tekanan panjangnya.
Sumber: Newsmaker.id