
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar kripto bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10), melanjutkan pemulihan setelah mengalami tekanan pada awal Oktober. Bitcoin (BTC) berada di sekitar US$83.600 dan menguat hampir 1%, sementara Ethereum (ETH) naik sekitar 1,8% ke US$2.540. Penguatan juga terlihat pada sejumlah altcoin, dengan BNB di sekitar US$751, XRP US$1,41, Solana US$111,8, Cardano US$0,25, dan Dogecoin US$0,087.
Penguatan aset kripto terjadi seiring penurunan harga minyak yang memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran inflasi global. Harga minyak melemah setelah Presiden Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina menyepakati “energy ceasefire” untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi. Meski klaim tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi dan serangan masih dilaporkan terjadi, pasar melihat peluang tambahan pasokan energi dapat membantu menurunkan tekanan inflasi.
Namun, pemulihan Bitcoin masih menghadapi tantangan dari sisi aliran dana institusional. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar sekitar US$681 juta pada pekan hingga 9 Oktober, menjadi arus keluar mingguan terbesar sejak Juni. Kondisi tersebut menunjukkan investor institusional masih melakukan aksi ambil untung setelah performa kuat pada kuartal sebelumnya. Karena itu, kenaikan Bitcoin saat ini masih lebih tepat dilihat sebagai rebound daripada konfirmasi dimulainya tren bullish baru.
Dari sisi makroekonomi, perhatian pasar kini beralih ke CPI AS yang akan dirilis Rabu (14/10). Konsensus memperkirakan inflasi headline September berada di sekitar 3,7% secara tahunan, sementara core CPI diperkirakan sekitar 2,5%. Data yang lebih panas berpotensi meningkatkan ekspektasi pengetatan The Fed, mendorong yield dan Dolar AS, serta menekan aset berisiko seperti kripto. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penurunan yield dan memberikan katalis positif bagi Bitcoin serta altcoin.
Newsmaker melihat, pasar kripto saat ini berada di fase recovery dengan sentimen yang mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya lepas dari tekanan makro. Bitcoin perlu mempertahankan area US$82.000 sebagai support penting, sementara pergerakan menuju US$85.000–US$87.000 akan menjadi ujian berikutnya. Jika CPI AS lebih rendah dari ekspektasi dan tekanan yield mereda, momentum dapat menyebar lebih luas ke Ethereum dan altcoin. Namun, CPI yang panas berpotensi kembali menguatkan Dolar dan menekan seluruh pasar kripto.
Sumber: Newsmaker.id