
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin bergerak stabil di atas US$82.000 pada perdagangan Jumat (9/10), dengan harga naik 0,7% ke US$82.391,3. Meski mulai pulih, Bitcoin masih berada di jalur mencatat penurunan sekitar 4,5% sepanjang pekan dan berpotensi mengakhiri tren penguatan selama tiga pekan sebelumnya. Tekanan pasar masih berasal dari tingginya yield Treasury AS dan ketidakpastian ekonomi yang membuat investor lebih selektif terhadap aset berisiko.
Ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun turut membatasi daya tarik Bitcoin. Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset berisiko seperti kripto menghadapi persaingan dari instrumen berbasis obligasi yang menawarkan imbal hasil. Setelah reli kuat sepanjang kuartal ketiga, pasar juga mulai menghadapi aksi ambil untung pada awal Oktober. Arus keluar ETF Bitcoin spot AS yang mencapai lebih dari US$700 juta dalam sepekan semakin menunjukkan bahwa permintaan institusional belum kembali sepenuhnya.
Pergerakan kripto utama lainnya cenderung beragam. Ethereum naik tipis 0,2% ke US$2.478,29, tetapi masih mencatat penurunan lebih dari 8% dalam sepekan. XRP menguat 0,6%, sedangkan BNB naik 0,7% meski masih turun lebih dari 7% secara mingguan. Di sisi lain, Solana melemah 1% dan Cardano turun 0,2%. Dogecoin dan token TRUMP justru menguat masing-masing 0,4% dan 1,3%.
Sentimen pasar juga sedikit terbantu oleh penurunan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan ada serangan baru terhadap Iran sebelum pemilu sela November. Meredanya risiko geopolitik berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan yield, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko untuk bertahan. Namun, investor masih mencermati perkembangan kebijakan The Fed serta arah pasar obligasi AS.
Analisis Newsmaker: Bitcoin mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah koreksi sepanjang pekan, tetapi rebound saat ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren. Arus keluar ETF, tingginya yield, serta ekspektasi suku bunga yang masih ketat menjadi hambatan utama, sementara pergerakan altcoin yang beragam menunjukkan investor masih selektif. Jika yield dan dolar kembali melemah, ruang pemulihan Bitcoin dapat terbuka. Sebaliknya, kenaikan kembali yield dan sinyal hawkish The Fed berpotensi menghidupkan tekanan jual, terutama pada altcoin yang memiliki volatilitas lebih tinggi.
Sumber : Newsmaker.id