
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak stabil di bawah level US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Rabu (16/9), seiring investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Spot emas tercatat turun 0,2% ke US$4.282,34 per ounce pada pukul 07.55 waktu Singapura.
Emas masih menahan pelemahan dua hari berturut-turut karena harga minyak yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan hari ini.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Ekspektasi tersebut menjadi tekanan bagi emas karena kenaikan biaya pinjaman biasanya membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas batangan menjadi kurang menarik.
Tekanan lain datang dari yield Treasury AS tenor 10 tahun yang naik hingga 5,04% pada Selasa, level tertinggi sejak 2007. Yield tersebut menjadi acuan penting biaya pinjaman global dan ikut terdorong oleh aksi penjualan obligasi, tingginya kebutuhan investasi modal, serta kenaikan harga energi.
Harga minyak juga masih menjadi perhatian setelah kenaikan dua hari sebelumnya. Ketidakpastian terkait durasi penutupan pipa East-West Arab Saudi membuat pasar energi tetap waspada, terutama karena jalur tersebut selama ini membantu mengalihkan jutaan barel minyak per hari dari Selat Hormuz.
Sepanjang bulan September, emas telah turun lebih dari 3% setelah sempat berunding di atas US$4.700 per ounce pada akhir Agustus. Pergerakan ini menunjukkan pasar terus menyesuaikan ulang ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil Treasury.
Analisis Pembuat Berita: Pergerakan emas di bawah US$4.300 menunjukkan tekanan utama masih berasal dari kombinasi imbal hasil tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, dan kekhawatiran inflasi energi. Jika The Fed menaikkan suku bunga dan Kevin Warsh memberi sinyal hawkish, XAU/USD berisiko kembali menguji area US$4.250. Namun, jika The Fed terdengar lebih hati-hati terhadap kenaikan lanjutan, emas diperkirakan mengalami rebound teknikal ke area US$4.320–US$4.350. (asd)