
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan Kyiv masih terbuka untuk melakukan gencatan senjata energi dengan Rusia sebagai langkah awal menuju penghentian konflik. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Zelenskyy melakukan pertemuan terpisah dengan pemimpin Amerika Serikat dan Inggris di New York.
Zelenskyy mengatakan prioritas utama saat ini adalah mencari cara untuk mengakhiri perang, termasuk melalui pembicaraan mengenai penghentian serangan terhadap fasilitas energi. Namun, ia menyebut belum mengetahui apakah Rusia memiliki kesiapan yang sama untuk menyetujui kesepakatan tersebut.
Dalam usulan tersebut, Ukraina bersedia menyepakati penghentian serangan terhadap infrastruktur energi dengan syarat Rusia tidak menargetkan fasilitas listrik, pemanas, pasokan air, maupun infrastruktur penting lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak perang terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Meski membuka peluang diplomasi, Zelenskyy tetap memperingatkan bahwa Rusia disebut sedang mempersiapkan kemungkinan serangan besar baru terhadap Ukraina. Hal tersebut membuat pasar masih mencermati risiko geopolitik di kawasan Eropa Timur, terutama terhadap stabilitas energi dan keamanan regional.
Analisis Newsmaker:
Potensi gencatan senjata energi dapat menjadi sentimen positif bagi pasar karena mengurangi risiko gangguan infrastruktur dan pasokan energi. Namun, selama belum ada kesepakatan resmi antara kedua pihak, ketidakpastian geopolitik Rusia-Ukraina masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi harga energi, mata uang, dan aset safe haven. (asd)