
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Amerika Serikat dan China sepakat memperpanjang gencatan perdagangan bilateral hingga 10 Januari setelah kesepakatan sebelumnya dijadwalkan berakhir pada November. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan keputusan tersebut menjadi langkah untuk mempertahankan stabilitas hubungan ekonomi kedua negara menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Bessent menyebut perpanjangan tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang dikenal sebagai “Busan Agreement”, yang bertujuan menjaga hubungan ekonomi kedua negara tetap kondusif. Menurutnya, masih ada kemungkinan Washington dan Beijing mencapai paket kesepakatan ekonomi yang lebih besar sebelum Januari, meskipun opsi lain adalah memperpanjang kesepakatan yang sudah berjalan.
Perkembangan ini terjadi setelah Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menggelar pertemuan tambahan di Washington. Pertemuan tersebut menjadi perhatian pasar karena hubungan AS-China menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perdagangan global, investasi, serta sektor teknologi.
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping bersama istrinya Peng Liyuan tiba di Washington menjelang agenda pertemuan dengan Presiden Donald Trump. Xi mengatakan dirinya optimistis kunjungan tersebut dapat menghasilkan hasil yang positif bagi kedua negara.
Analisis Newsmaker:
Perpanjangan gencatan dagang memberikan ruang bagi AS dan China untuk melanjutkan negosiasi tanpa tekanan langsung dari tenggat waktu sebelumnya. Pasar akan mencermati hasil pertemuan Trump-Xi, terutama terkait isu tarif, teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan rantai pasok global yang dapat berdampak pada saham, komoditas, serta sentimen risiko global. (asd)