
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan ketahanan setelah jumlah warga yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun lebih rendah dari perkiraan pasar. Data terbaru menunjukkan Initial Jobless Claims turun menjadi 197.000 pada pekan kedua September, mendekati level terendah dalam beberapa dekade dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 201.000.
Penurunan klaim pengangguran tersebut mencerminkan bahwa perusahaan-perusahaan AS masih mempertahankan kebutuhan tenaga kerja meskipun suku bunga berada pada level tinggi. Sementara itu, Continuing Claims yang mencerminkan jumlah penerima tunjangan pengangguran berkelanjutan hanya meningkat tipis menjadi 1,719 juta, tetap berada dekat level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Kekuatan pasar tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan moneter. Dengan kondisi lapangan kerja yang masih solid, tekanan bagi The Fed untuk segera melonggarkan kebijakan menjadi lebih terbatas, terutama ketika inflasi masih menjadi perhatian utama.
Data tenaga kerja yang kuat juga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Investor sebelumnya telah meningkatkan taruhan terhadap kebijakan The Fed setelah sejumlah pejabat bank sentral AS menyampaikan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih bertahan.
Newsmaker melihat, data Jobless Claims kali ini memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS karena menunjukkan ekonomi Amerika masih memiliki daya tahan. Bagi pasar, fokus berikutnya akan tertuju pada data inflasi dan komentar pejabat The Fed untuk melihat apakah kekuatan pasar kerja akan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Sumber: Newsmaker.id