
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden AS Donald Trump mengatakan pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Iran di New York berlangsung “sangat baik” dan produktif, membuka kembali harapan adanya jalur diplomasi baru setelah berbulan-bulan ketegangan. Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut digelar di sela Sidang Umum PBB, dengan Trump menyebut pembicaraan lanjutan kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Trump kemudian mengungkapkan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ikut dalam pertemuan tersebut. Keduanya sebelumnya terlibat dalam pembicaraan dengan Iran sebelum konflik militer AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari dan berdampak besar terhadap stabilitas Timur Tengah serta pasar energi global.
Sinyal positif dari jalur diplomasi ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras dalam pidatonya di PBB. Trump mengatakan Iran harus mencapai kesepakatan terkait isu nuklir, dan memperingatkan bahwa AS memiliki opsi untuk melakukan tindakan militer lebih lanjut jika tidak ada kesepakatan.
Perubahan nada antara ancaman dan peluang negosiasi membuat pasar kembali mencermati arah kebijakan AS terhadap Iran. Harapan bahwa konflik dapat mereda turut menekan harga minyak, setelah sebelumnya laporan mengenai kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran juga mendorong investor mengurangi premi risiko geopolitik.
Negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar juga mendorong agar ketegangan tidak meningkat lebih jauh. Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat gangguan perdagangan energi dan ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz serta Laut Merah.
Namun, peluang tercapainya kesepakatan masih menghadapi tantangan besar. Amerika Serikat meminta Iran menghentikan ambisi nuklir dan mengurangi dukungan terhadap kelompok sekutu regional seperti Houthi, Hezbollah, dan Hamas. Sementara Iran menuntut pengurangan sanksi ekonomi serta jaminan agar tidak kembali menjadi target serangan militer.
Analisis Newsmaker : Pasar melihat perkembangan diplomasi AS-Iran sebagai faktor penting bagi harga energi dan aset safe haven. Jika pembicaraan berkembang positif, risiko gangguan pasokan minyak dapat berkurang sehingga berpotensi menekan harga minyak. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena kedua negara memiliki tuntutan yang berbeda dan belum ada kesepakatan konkret. (arl)
Sumber: Newsmaker.id