
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee menolak gagasan bahwa Federal Reserve perlu menurunkan suku bunga untuk membantu pemerintah Amerika Serikat mengurangi beban pembiayaan utangnya. Dalam pernyataannya di London pada Senin, Goolsbee menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter harus didasarkan pada kondisi ekonomi, bukan kebutuhan pemerintah untuk memperoleh biaya pinjaman yang lebih murah.
Goolsbee menekankan pentingnya independensi bank sentral, terutama ketika pemerintah AS menghadapi defisit anggaran yang besar. Menurutnya, penggunaan kebijakan moneter untuk membuat pembiayaan utang pemerintah menjadi lebih murah dapat menyerupai monetisasi utang dan berisiko memicu tekanan inflasi. Ia juga memperingatkan bahwa langkah tersebut justru dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk kenaikan biaya pinjaman di pasar.
Pernyataan tersebut semakin menarik karena muncul setelah Presiden Donald Trump sebelumnya menyerukan agar suku bunga AS diturunkan hingga sekitar 1% atau lebih rendah. Saat ini target Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%, setelah kenaikan suku bunga terbaru. Di sisi lain, Goolsbee sebelumnya juga mengatakan bahwa jika inflasi menunjukkan penurunan yang jelas menuju target 2%, dirinya tidak akan menolak pemangkasan suku bunga.
Bagi pasar keuangan, komentar Goolsbee memperkuat perhatian terhadap kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama apabila inflasi belum turun secara meyakinkan. Kondisi tersebut dapat menopang dolar dan yield obligasi AS, sementara emas berpotensi menghadapi tekanan karena meningkatnya biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Pasar selanjutnya akan mencermati data inflasi dan aktivitas ekonomi AS untuk melihat apakah kondisi ekonomi memang memberikan ruang bagi pemangkasan bunga atau justru membutuhkan kebijakan yang lebih ketat.(CP)