
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi yang mereka sebut sebagai “situs sensitif” di Riyadh, Arab Saudi. Klaim tersebut muncul beberapa jam setelah kobaran api dan kepulan asap tebal terlihat di sekitar area bandara utama Riyadh. Perkembangan ini kembali meningkatkan perhatian terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi bahaya di sekitar Riyadh. Peringatan tersebut menjadi sorotan karena merupakan pertama kalinya pemerintah Saudi mengeluarkan peringatan serupa untuk ibu kota sejak pertempuran dengan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat pada Juli.
Eskalasi juga terjadi ketika sejumlah negara di kawasan Timur Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas. Iran menyatakan telah menerima informasi intelijen mengenai kemungkinan Amerika Serikat mempersiapkan kembali serangan udara terhadap wilayah Iran, menambah ketidakpastian mengenai arah konflik dalam beberapa hari ke depan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC kemudian memberikan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa apabila serangan terhadap Iran kembali terjadi, pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dapat menjadi sasaran serangan lanjutan. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas melampaui wilayah Iran dan Israel menuju negara-negara lain di kawasan.
Analisis Newsmaker: Serangan yang diklaim Houthi terhadap Riyadh menambah lapisan baru pada risiko geopolitik Timur Tengah. Pasar akan mencermati respons Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Iran, terutama jika terjadi serangan balasan yang lebih luas. Eskalasi lebih lanjut berpotensi meningkatkan perhatian investor terhadap aset safe haven serta risiko terhadap jalur perdagangan dan energi di kawasan. (asd)