Nikkei Cetak Rekor, Yield Jepang Tembus Level Tertinggi Sejak 1999
Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 1,3% ke rekor baru 52.518,08, ditopang reli saham bank dan perusahaan sekuritas. Penguatan ini muncul di tengah keyakinan pasar bahwa Bank of Japan (BOJ) akan melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap, sehingga sektor finansial menjadi salah satu motor utama kenaikan.
Saham-saham bank dan pialang memimpin lonjakan, dengan Mizuho Financial Group naik 5,1% dan Daiwa Securities Group menguat 5,9%. Euforia yang sebelumnya banyak berpusat pada saham semikonduktor juga melebar ke sektor lain, termasuk produsen logam dan mesin. Sumitomo Metal Mining melonjak 6,3%, sementara Hitachi melesat 7,4%, mencerminkan rotasi minat investor ke saham-saham siklikal dan industri.
Di pasar obligasi, imbal hasil JGB 10 tahun naik 1,5 bps ke 2,130%, menjadi level tertinggi sejak Februari 1999—sinyal ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi makin menguat. Investor juga menyoroti langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, USD/JPY berada di 156,41, relatif stabil dibanding 156,40 pada Senin sore waktu Timur. (az)
Sumber: Newsmaker.id