• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 October 2025 07:26  |

Bursa Global Ngegas, Emas Keok

Pasar keuangan global lagi mode “risk-on”. Isyarat bahwa AS dan Tiongkok makin dekat ke deal dagang bikin saham, minyak, dan tembaga kompak menguat, sementara emas dan obligasi pemerintah AS ditekan jual. Investor menilai ancaman perang dagang penuh mulai reda setelah Washington dan Beijing bilang mereka sudah mencapai kesepakatan awal soal beberapa isu sensitif.

Saham Asia naik sekitar 0,8%, dengan bursa Jepang dan Korea Selatan lompat hampir 2%. Futures indeks saham AS seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 juga lanjut naik setelah pekan lalu ditutup di rekor baru. Harga minyak dan kontrak tembaga AS ikut melonjak karena pasar mulai membayangkan permintaan global bakal lebih kuat kalau tensi AS–Tiongkok turun. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru — dua mata uang yang sensitif terhadap ekonomi Tiongkok — ikut menguat. Sebaliknya, emas dan US Treasuries dijual karena investor pindah dari aset aman ke aset risiko, sehingga imbal hasil obligasi AS terdorong naik.

Pemicu optimisme ini datang dari putaran negosiasi dua hari di Malaysia. Pejabat tinggi AS dan Tiongkok mengatakan mereka sudah “sepakat secara prinsip” di isu-isu seperti kontrol ekspor, fentanyl, bea pengiriman, bahkan akses pasokan mineral langka (rare earth) yang sangat penting buat industri teknologi. Mereka juga menyebut ancaman tarif 100% atas barang Tiongkok kini “praktis sudah dicoret,” dan berharap kedua presiden — Donald Trump dan Xi Jinping — tinggal finalisasi langsung saat bertemu dalam rangka tur diplomatik Trump di Asia.

Tapi euforia ini masih harus melewati satu ujian besar minggu ini. Investor akan memantau keputusan suku bunga dari tiga bank sentral besar: The Fed, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan. The Fed diperkirakan memangkas suku bunga 25 basis poin, sementara ECB dan BOJ kemungkinan bertahan dulu. Selain itu, raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft akan rilis laporan kinerja, yang akan jadi tes berikutnya: apakah rally saham ini didukung oleh fundamental (laba perusahaan dan kebijakan moneter lebih longgar), atau cuma euforia karena kabar damai dagang(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com NM23 Ai