Saham Eropa Ditutup Menguat Ditengah Gejolak AS–Tiongkok
Pasar saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan hari Senin (13/10), dengan saham-saham pertambangan memimpin kenaikan seiring para pelaku pasar mencermati perkembangan baru dalam gejolak dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir naik 0,4%, dipimpin oleh Stoxx 600 Basic Materials Index yang melonjak 3%, memulihkan diri setelah penurunan tajam pada hari Jumat. Sebagian besar indeks utama di benua tersebut juga bergerak di wilayah positif menjelang akhir sesi. FTSE Inggris naik hampir 0,2%, DAX Jerman menguat sekitar 0,6%, FTSE MIB Italia naik 0,4%, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,2% meskipun situasi politik di negara itu masih bergejolak.
Sektor pertambangan mencatatkan penguatan yang signifikan, dengan Fresnillo melonjak 9%, Aurubis naik 2,4%, dan Anglo American bertambah lebih dari 4,1%. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan gelombang tarif baru terhadap Tiongkok sebagai “tindakan balasan finansial” atas pembatasan ekspor baru Beijing terhadap logam tanah jarang (rare earth minerals).
Tiongkok menguasai sekitar 70% pasokan global logam tanah jarang, yang menjadi bahan penting bagi industri teknologi tinggi seperti otomotif, pertahanan, dan semikonduktor. Namun pada hari Minggu, Trump tampaknya melunakkan sikapnya melalui unggahan di Truth Social, dengan menyatakan bahwa hubungan dagang dengan Tiongkok “akan baik-baik saja.”(yds)
Sumber: CNBC.com