Perak Berbalik Naik, Proposal Iran Dorong Harapan Buka Jalur Energi
Harga perak berbalik menguat dan naik kembali di atas $76 per ons pada Senin, membalikkan pelemahan di awal sesi setelah muncul laporan Iran mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Pemulihan ini mencerminkan respons cepat pasar logam terhadap perubahan headline diplomasi yang berdampak pada risiko energi dan inflasi.
Proposal tersebut dilaporkan disampaikan melalui mediator Pakistan, dengan poin utama memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang menuju penghentian konflik yang lebih permanen. Dalam laporan yang sama, pembahasan nuklir disebut akan ditunda sampai blokade AS di selat tersebut dicabut, yang membuat fokus pasar bergeser ke arah normalisasi jalur pelayaran dan pasokan energi.
Sebelumnya pada sesi yang sama, emas sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana perjalanan utusan senior untuk melanjutkan pembicaraan di Islamabad. Iran juga menegaskan kembali posisinya bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman atau kondisi blokade, sehingga jalur diplomasi dinilai masih rapuh dan sangat dipengaruhi dinamika headline.
Meski perak memantul, tekanan fundamental belum sepenuhnya hilang. Konflik yang berkepanjangan telah meningkatkan risiko inflasi melalui kanal energi, sehingga ekspektasi pasar mengarah pada suku bunga yang bertahan lebih tinggi lebih lama atau potensi pengetatan tambahan—lingkungan yang biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Dengan demikian, perak tetap berpotensi bergerak volatil mengikuti dua faktor utama: seberapa kredibel perkembangan diplomasi terkait pembukaan jalur energi, dan seberapa kuat narasi inflasi yang membentuk ekspektasi kebijakan bank sentral. Selama kedua faktor itu belum menemukan arah yang jelas, perak cenderung sensitif terhadap setiap pembaruan dari jalur negosiasi.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id