Wall Street Datar Pada Ancaman Tarif Baru dan Data Tenaga Kerja
Tiga indeks utama saham AS bergerak mendatar pada hari Kamis (10/7), setelah Nasdaq mencetak rekor penutupan baru di sesi sebelumnya. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan seputar kebijakan tarif Presiden Donald Trump, sambil mencoba melihat melampaui ancaman baru terhadap perdagangan global.
Trump baru saja mengumumkan tarif 50% terhadap impor dari Brasil, dan mengonfirmasi bahwa tarif 50% untuk impor tembaga akan berlaku mulai 1 Agustus. Di sisi data ekonomi, klaim pengangguran awal (initial jobless claims) secara tak terduga turun menjadi 237.000, sementara klaim lanjutan (continuing claims) naik ke 1,965 juta, level tertinggi sejak tahun 2021. Data ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid, namun mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.
Dari sisi korporasi, saham Nvidia naik 0,4%, melanjutkan kenaikan 1,8% dari sesi sebelumnya yang mendorong kapitalisasi pasar perusahaan tembus $4 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh antusiasme berkelanjutan terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan laporan bahwa Nvidia berencana meluncurkan chip AI khusus untuk pasar Tiongkok.
Sementara itu, saham Delta Air Lines melonjak lebih dari 10% setelah merilis laporan laba yang melampaui ekspektasi analis, memperkuat sentimen positif di sektor penerbangan.(yds)
Sumber: Trading Economics