Saham Berjangka AS Melemah Pasca Trump Umumkan Tarif 50%
Indeks saham berjangka AS bergerak melemah di awal perdagangan Kamis (10/7), setelah S&P 500 sempat rebound dari tekanan sebelumnya akibat kekhawatiran perang tarif.
Indeks berjangka S&P 500 turun 0,25%, sementara Nasdaq 100 melemah 0,29%. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 107 poin, atau sekitar 0,24%. Pelemahan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Rabu malam bahwa AS akan menerapkan tarif 50% terhadap impor dari Brasil mulai 1 Agustus.
Sementara Trump menyebut tarif ini sebagai bentuk balasan atas "perlakuan perdagangan yang sangat tidak adil" serta sebagai tanggapan terhadap persidangan mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang dituduh mencoba membatalkan hasil pemilu 2022.
Menanggapi hal itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan negaranya akan membalas tarif tersebut sesuai dengan hukum resiprositas ekonomi nasional. Ketegangan ini terjadi hanya sehari setelah Wall Street mencatat rebound solid, dengan S&P 500 naik 0,6%, Dow Jones naik 0,5%, dan Nasdaq melonjak 0,9% hingga mencetak rekor penutupan baru. Kenaikan tersebut didorong oleh optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), terutama setelah saham Nvidia naik hampir 2% dan sempat menjadi perusahaan publik pertama yang menembus valuasi $4 triliun.
Namun, sentimen pasar kembali tertekan setelah Trump mengirimkan surat tarif ke sejumlah negara lain. Selain Brasil, setidaknya ada tujuh negara lain yang menerima pemberitahuan tarif baru, dan sebelumnya, Trump juga telah mengirim surat kepada 14 negara lain, termasuk Jepang dan Korea Selatan. Seluruh tarif baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus, menambah kekhawatiran pasar atas potensi meluasnya perang dagang global.(yds)
Sumber: CNBC