Wall Street Melejit, Asia Siap Ikut Reli!
10 Juli 2025 Pasar saham Asia diperkirakan akan menguat hari ini setelah Wall Street ditutup naik tajam semalam. Indeks S&P 500 menguat 0,6% dan Nasdaq 100 naik 0,7%, didorong oleh penempatan saham teknologi, terutama Nvidia yang mencetak sejarah sebagai perusahaan pertama dengan valuasi mencapai $4 triliun. Reli ini menunjukkan bahwa investor saat ini lebih fokus pada prospek ekonomi dan kinerja perusahaan, dibandingkan kekhawatiran terhadap kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Presiden Trump pada hari Rabu mengumumkan gelombang tarif baru, termasuk pungutan 50% untuk barang-barang dari Brasil, serta tarif 30% terhadap negara-negara seperti Irak dan Sri Lanka. Meskipun pengumuman ini memicu ketegangan perdagangan global, pasar saham justru bergerak naik karena investor menilai fundamental ekonomi dan potensi laba perusahaan masih kuat. Bahkan, sebagian investor mulai "mati rasa" terhadap berita utama soal perang dagang, dan lebih memilih fokus ke tren pasar.
Kondisi ini juga tercermin dari pergerakan pasar obligasi. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun menjadi 4,33% setelah lelang obligasi senilai $39 miliar mendapat respon positif dari pasar. Sementara itu, Jepang juga bersiap menggelar lelang obligasi 20 tahun, di tengah kekhawatiran soal kebijakan fiskal menjelang pemilu. Selain itu, Bitcoin kembali mencetak rekor baru di atas $112.000, menandakan meningkatnya minat risiko investor secara luas.
Analis dari berbagai institusi menyebut bahwa saat ini pasar ekuitas masih berada dalam tren bullish, meskipun ada risiko jangka pendek dari ketegangan geopolitik dan tarif perdagangan. “Ekuitas mungkin berada di bawah tekanan saat ini, namun tren besarnya masih positif karena investor semakin kebal terhadap berita-berita negatif,” ujar Craig Johnson dari Piper Sandler. Dengan latar belakang ini, saham-saham Asia seperti Jepang dan Australia diperkirakan akan membuka perdagangan hari ini dengan penguatan.
Sumber: (ayu-newsmaker)