Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Reli AI Tekan Sentimen Pasar
Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Jumat (3/07), membuat indeks acuan regional berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. Tekanan muncul karena investor semakin khawatir bahwa reli saham yang didorong oleh kecerdasan buatan atau AI telah bergerak terlalu jauh.
Indeks saham di Jepang dan Korea Selatan terkoreksi, menyeret MSCI Asia Pacific Index turun 0,4%. Pelemahan ini mengikuti tekanan di Wall Street, setelah Nasdaq 100 turun 1,6% dan indeks saham chip Amerika Serikat anjlok lebih dari 5%. Kospi Korea Selatan, yang menjadi salah satu indeks utama dengan kinerja terbaik tahun ini, melemah 0,8%, dengan SK Hynix termasuk dalam saham yang tertekan.
Saham teknologi kembali menjadi sorotan utama, terutama produsen chip. Meski prospek jangka panjang AI masih dinilai kuat, investor mulai mempertanyakan apakah valuasi yang sudah tinggi dapat terus bertahan di tengah belanja besar, persaingan yang semakin ketat, dan potensi pergeseran pengguna ke solusi AI yang lebih murah.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS kembali melemah pada awal perdagangan Jumat dan bergerak di bawah US$68,50 per barel. Penurunan terjadi setelah lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meningkat, sehingga menambah pasokan jangka pendek ke pasar. Sementara itu, emas mempertahankan kenaikan dari sesi New York dan diperdagangkan di sekitar US$4.125 per ons, didukung oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah.
Data Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, sementara revisi turun pada dua bulan sebelumnya mengurangi kesan kuat dari laporan sebelumnya. Tingkat pengangguran turun ke 4,2% karena partisipasi angkatan kerja melemah tajam. Kondisi ini membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan The Fed, meskipun peluang setidaknya satu kenaikan tahun ini masih tetap diperhitungkan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id