Bursa Eropa Hati-Hati, Saham AI Jadi Beban
Bursa saham Eropa bergerak hati-hati pada perdagangan Kamis (02/7). Indeks STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing hanya naik tipis 0,1% karena investor kembali mencemaskan valuasi saham berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dinilai sudah terlalu tinggi.
Meski bergerak terbatas, saham Eropa masih tampil lebih baik dibandingkan pasar Asia dan Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena bursa Eropa memiliki eksposur yang lebih kecil terhadap sektor teknologi, sehingga tekanan dari koreksi saham AI tidak terlalu besar terhadap indeks utama.
Namun, saham teknologi tetap menjadi pemberat pasar. ASML Holding turun 2,3%, Infineon Technologies melemah 2%, dan STMicroelectronics terkoreksi 1%. Beberapa saham besar lain juga ikut turun, seperti HSBC yang melemah 1%, Schneider Electric turun 1,3%, dan Siemens Energy turun 2,8%.
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi penopang utama bursa Eropa. AstraZeneca naik 1,6% dan Sanofi menguat 1,8%. Saham Bayer bahkan melonjak lebih dari 4% setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk menggabungkan bisnis Roundup di Amerika Serikat ke dalam unit baru bernama Ruveon.
Beberapa saham lain juga ikut mencatat penguatan. LVMH naik 1,6%, UniCredit bertambah 1%, dan Sodexo melonjak 7% sekaligus menjadi saham dengan kinerja terbaik di STOXX 600. Kenaikan Sodexo terjadi setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan organik untuk setahun penuh.(asd)
Sumber: Newsmaker.id