Komentar Warsh Angkat Emas, Dolar AS Mulai Melemah
Harga emas melanjutkan rebound pada perdagangan Kamis (2/07) setelah komentar Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, meredam spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga tahun ini untuk mengendalikan inflasi. Emas naik hingga 1,2% dan diperdagangkan di sekitar US$4.080 per ons setelah pada sesi sebelumnya ditutup menguat 0,6%.
Komentar Warsh dalam forum European Central Bank di Portugal dinilai tidak seagresif yang dikhawatirkan pasar. Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap langkah The Fed berikutnya, terutama setelah perang Iran sempat mendorong harga energi dan indikator inflasi naik. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, Warsh tetap menegaskan komitmen The Fed untuk menjaga stabilitas harga dan membawa inflasi kembali ke target 2%. Analis Pepperstone Group, Ahmad Assiri, menilai sentimen tersebut masih positif bagi emas, meskipun dolar AS tetap relatif tinggi dan imbal hasil Treasury telah memulihkan sebagian besar pelemahan sebelumnya.
Data terbaru Amerika Serikat menunjukkan gambaran ekonomi yang beragam. Aktivitas manufaktur tumbuh untuk bulan keenam berturut-turut pada Juni, tetapi dengan laju yang lebih lambat. Sementara itu, penciptaan lapangan kerja sektor swasta masih solid, menutup periode tiga bulan terbaik untuk perekrutan dalam lebih dari setahun.
Pada pukul 14.49 waktu Singapura, emas spot naik 1% ke level US$4.069,44 per ons. Perak menguat 1,4% ke US$59,96 per ons, sementara platinum dan palladium juga bergerak naik. Indeks Bloomberg Dollar Spot melemah 0,2%, sedangkan pasar kini menanti data payroll AS pada Kamis untuk petunjuk lanjutan arah kebijakan The Fed. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id