Dow Anjlok Hampir 800 Poin saat Minyak Melonjak, Kekhawatiran Ekonomi Menguat
Saham-saham AS kembali melemah pada Kamis setelah sempat “bernapas” sehari, ketika kekhawatiran terkait perang Iran kembali memanas—ditandai minyak mentah AS yang menembus $80 per barel.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sekitar 785 poin atau 1,6%. S&P 500 melemah 0,6%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,3%. Aksi jual dipimpin oleh saham-saham yang dinilai paling rentan jika ekonomi global melambat, termasuk Boeing, Caterpillar, dan beberapa nama siklikal lainnya.
Di pasar energi, harga minyak melonjak setelah Iran menyatakan telah menghantam sebuah kapal tanker dengan rudal. Kontrak berjangka WTI melampaui $80 per barel pada perdagangan sore, menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025, lalu ditutup naik lebih dari 8% di sekitar $81 per barel. Sementara patokan global Brent ditutup naik sekitar 5% di atas $85 per barel.
Lonjakan minyak memicu ayunan besar di pasar sepanjang sesi. Dow sempat jatuh sekitar 1.000 poin hampir bersamaan dengan momen WTI menyentuh ambang $80. Bahkan, di titik terendah sesi, Dow sempat merosot lebih dari 1.100 poin (sekitar 2,4%). S&P 500 dan Nasdaq juga bergerak mendekati level terendah setelah sempat sempat naik tipis di awal sesi; keduanya tercatat turun sekitar 1,4% di titik nadir.
Inti Newsmaker: lonjakan harga energi kembali menghidupkan skenario “inflasi naik—biaya pinjaman bertahan tinggi—pertumbuhan melambat,” sehingga pasar saham cepat beralih ke mode risk-off, terutama pada saham-saham siklikal yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id