Saham AS Catat Kerugian Besar
Pasar saham Amerika Serikat mencatat penurunan tajam pada Kamis (5/3), S&P 500 turun 1% dan Nasdaq melemah 1,1%, seiring koreksi yang dipimpin saham teknologi berlanjut hingga sesi ketiga. Dow Jones juga turun 1%, dengan sektor consumer discretionary dan communication services menjadi yang terlemah, karena investor mengurangi eksposur pada saham-saham big cap yang posisinya sudah terlalu “padat” (crowded).
Alphabet (-0,6%) ikut menekan sentimen setelah menyoroti lonjakan tajam belanja modal terkait AI. Perusahaan memandu belanja modal (capex) 2026 mendekati batas atas kisaran $175–$185 miliar, sehingga memunculkan kembali keraguan pasar tentang seberapa cepat investasi AI yang besar itu bisa diterjemahkan menjadi laba (earnings).
Saham-saham semikonduktor juga berada di bawah tekanan setelah Qualcomm anjlok 8,4% akibat proyeksi yang hati-hati, sejalan dengan sinyal melemahnya permintaan memori dan tekanan inventori. Hal ini memperdalam penurunan di sektor chip secara luas.
Nada risk-off semakin menguat setelah data makro menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik menjadi 231 ribu pada pekan yang berakhir 31 Januari, sementara pengumuman PHK korporasi melonjak ke 108 ribu pada Januari—angka tertinggi untuk bulan Januari sejak 2009—yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja mulai mendingin. (yds)
Sumber: Tradingeconomics.com