Wall Street Melemah, Earnings & Risiko Kebijakan Bikin Pasar Nge-rem
Saham AS berbalik melemah pada perdagangan Selasa sore waktu setempat, setelah pasar menimbang awal musim laporan keuangan, ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump, dan sinyal ekonomi yang campur-aduk. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 0,3%, sementara Dow Jones terkoreksi lebih dari 300 poin.
Sebelumnya, pasar sempat mendapat dorongan dari data core CPI yang lebih lembut, yang membuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed di periode berikutnya kembali dibicarakan. Namun sentimen itu cepat memudar karena investor kembali fokus pada “noise” besar: kritik terbaru terhadap Ketua The Fed Jerome Powell serta ancaman tarif baru yang dikaitkan dengan Iran—dua hal yang menambah rasa tidak nyaman di pasar.
Sektor keuangan menjadi penekan utama. JPMorgan turun sekitar 4% meski merilis kinerja kuartalan yang solid, karena investor khawatir pada pelemahan fee investment banking dan wacana pembatasan suku bunga kartu kredit 10% yang ikut mengguncang sentimen sektor ini. Visa dan Mastercard juga anjlok lebih dari 4%, menambah tekanan pada saham perbankan dan perusahaan pembayaran.
Di luar sektor bank, Delta Air Lines turun lebih dari 2% setelah proyeksi laba disesuaikan (adjusted earnings) dipandang di bawah ekspektasi analis. Kombinasi earnings yang tidak “se-wow” harapan, plus risiko kebijakan yang masih liar, membuat Wall Street cenderung defensif meski data inflasi tadi relatif menenangkan.
Sumber: Tradingeconomics.com