Emas Naik Tipis, Pasar Bertahan di Mode Risk-off
Harga emas naik pada Kamis (5/3) seiring perang di Timur Tengah memasuki hari keenam tanpa sinyal penyelesaian, mendorong permintaan aset lindung nilai. Spot gold bertahan di sekitar US$5.161 per ons, naik sekitar 0,4%.
Kenaikan sempat lebih besar sebelum terpangkas ketika dolar berbalik menguat dari pelemahan awal. Reuters mencatat dolar menguat dan menjadi faktor pembatas bagi kenaikan emas karena membuat bullion lebih mahal bagi pembeli non-USD.
Di sisi geopolitik, serangan dan balasan AS-Israel terhadap Iran berlanjut, termasuk insiden laut yang menambah ketidakpastian di jalur energi, sementara Iran membantah laporan soal pendekatan untuk pembicaraan damai. Ketegangan ini menjaga premi risiko tetap tinggi, sekaligus mempertahankan minat pada aset aman meski volatilitas dolar dan yield ikut berperan.
Risiko inflasi juga kembali menjadi faktor utama. Lonjakan harga energi akibat konflik berpotensi menunda ruang pelonggaran moneter, yang biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil. Pasar menunggu data tenaga kerja AS berikutnya untuk membaca arah suku bunga di tengah guncangan energi. (Arl)
Source: Newsmaker.id