Saham Asia Melemah di Ujung Tahun, Bayang-Bayang Gelembung AI Bikin Pasar Waspada
Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas bergerak turun pada perdagangan Selasa(30/12), menjelang hari-hari terakhir tahun ini. Tekanan datang dari Wall Street, di mana aksi jual saham teknologi berlanjut akibat kekhawatiran investor terhadap potensi gelembung kecerdasan buatan (AI). Sentimen negatif ini menular ke bursa Asia dan membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Di Amerika Serikat, saham Nvidia turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin, memangkas sebagian kenaikan tajam pekan lalu. Saham teknologi lain seperti Palantir Technologies, Meta Platforms, dan Oracle juga melemah. Sejalan dengan itu, indeks utama Wall Street ditutup di zona merah, dengan S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones sama-sama mencatat penurunan.
Di kawasan Asia, Nikkei 225 Jepang turun 0,49% dan Topix melemah 0,36%. Saham SoftBank Group anjlok lebih dari 2% setelah perusahaan mengumumkan rencana akuisisi DigitalBridge senilai US$4 miliar untuk memperkuat bisnis pusat data AI. Sebaliknya, saham DigitalBridge justru melonjak sekitar 10%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,41% dan Kosdaq melemah 0,36%. Pasar Australia sedikit lebih kuat, dengan indeks S&P/ASX 200 dibuka naik tipis 0,19%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng berjangka tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya. Investor juga mencermati perkembangan geopolitik, khususnya latihan militer China di sekitar Taiwan yang diumumkan pada Senin. Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data harga rumah di AS serta notulen rapat Federal Reserve bulan Desember, yang dinilai dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter tahun depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id