Minyak AS Tembus $80 per Barel saat Perang Iran Ganggu Pasokan Global
Harga minyak mentah AS melonjak pada Kamis (5/2) dan kembali menembus $80 per barel ketika eskalasi perang terkait Iran mulai mengganggu pasokan BBM global. Situasi keamanan yang memburuk membuat lalu lintas tanker di Selat Hormuz praktis tersendat, di tengah laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker.
Kontrak WTI ditutup naik 8,51% (naik $6,35) ke $81,01 per barel, sementara Brent sebagai patokan global menguat 4,93% (naik $4,01) ke $85,41 per barel. Secara mingguan, harga minyak AS dilaporkan sudah melesat sekitar 21%.
Tekanan mulai terasa di level konsumen. Data dari AAA menunjukkan harga bensin ritel di AS naik sekitar 27 sen dibanding pekan lalu, ke rata-rata $3,25 per galon—kenaikan yang mengingatkan pada lonjakan serupa pada Maret 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Dari sisi geopolitik dan keamanan pelayaran, laporan media pemerintah Iran menyebut Teheran mengklaim telah menghantam sebuah tanker dengan rudal, serta mengeluarkan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas. Di saat yang sama, otoritas maritim Inggris (UKMTO) melaporkan insiden ledakan besar di dekat tanker yang sedang berlabuh di perairan sekitar Teluk, dengan kru dilaporkan selamat.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan AS akan menyediakan asuransi risiko politik bagi tanker yang melintas dan pengawalan Angkatan Laut bila diperlukan, sebagai upaya menjaga kelancaran arus energi. Namun, pasar tetap menilai kunci utamanya ada pada: apakah arus pelayaran di Hormuz bisa kembali normal, atau justru gangguan berlanjut dan memperpanjang tekanan inflasi energi global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id