Wall Street Turun: “Kekhawatiran Biaya AI” Hantam Saham Teknologi
Bursa saham AS ditutup melemah pada Rabu, dengan S&P 500 dan Nasdaq turun ke level terendah tiga minggu. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran yang makin kuat soal “trade AI”, terutama soal besarnya belanja (capex) dan utang yang dibutuhkan perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan.
Salah satu pemicu utama datang dari Oracle yang turun setelah muncul laporan bahwa mitra data center terbesarnya, Blue Owl Capital, tidak akan mendukung kesepakatan $10 miliar untuk fasilitas berikutnya. Pasar menangkap sinyal bahwa pendanaan dan ekspansi data center AI bisa lebih sulit atau lebih mahal dari perkiraan.
Sementara itu, saham Amazon juga melemah tipis setelah laporan menyebut perusahaan tersebut sedang berdiskusi untuk berinvestasi sekitar $10 miliar di OpenAI. Di mata investor, kabar seperti ini memperkuat narasi bahwa raksasa teknologi akan terus mengeluarkan belanja besar demi AI—dan pasar mulai mempertanyakan seberapa cepat belanja itu bisa balik modal.
Kekhawatiran ini ikut menekan saham-saham chip yang selama ini jadi “bintang” AI. Nvidia dan Broadcom sama-sama turun, dan indeks sektor chip ikut terseret. Intinya: pasar bukan anti-AI, tapi mulai resah apakah pengeluaran raksasa ini berkelanjutan dan benar-benar menghasilkan ROI yang sepadan.
Pada penutupan, S&P 500 turun 1,15% ke 6.722,22, Nasdaq turun 1,80% ke 22.695,50, dan Dow Jones turun 0,47% ke 47.888,41. Investor kini masuk mode lebih hati-hati menjelang pergantian tahun, sambil menunggu bukti nyata: apakah boom AI benar-benar mengangkat laba, atau justru membebani neraca perusahaan.(yds)
Sumber: Reuters.com