Saham Eropa Naik Tipis, Tapi Isu Senjata & Chip AI Ikut Main
Bursa Eropa menguat tipis pada perdagangan Selasa (9/12), dengan STOXX 50 dan STOXX 600 sama-sama naik mendekati 0,2%. Pergerakan ini terjadi setelah sesi yang lesu pada hari Senin, karena para trader memilih menahan diri dan tidak banyak melakukan transaksi besar menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan besok. Di saat yang sama, pasar juga merespons komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa AS akan mengizinkan Nvidia mengirim chip AI H200 ke pelanggan “yang disetujui” di Tiongkok.
Sektor pertahanan menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks. Saham-saham seperti Hensoldt (+4,4%), Rheinmetall (+3,4%), BAE Systems (+2,4%), Leonardo (+2%), dan Thales (+1,7%) kompak menguat setelah laporan Bloomberg menyebut anggota parlemen Jerman siap menyetujui 29 kontrak pengadaan militer dengan nilai rekor sekitar €52 miliar pekan depan. Saham energi terbarukan juga ikut menguat, dengan Orsted naik sekitar 2,8% setelah laporan bahwa seorang hakim federal AS menyatakan rencana larangan proyek angin (wind ban) yang diusulkan Trump sebagai tindakan ilegal.
Di sisi lain, tidak semua saham ikut menikmati penguatan. Thyssenkrupp justru anjlok lebih dari 13%, menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks STOXX 600, setelah perusahaan itu memproyeksikan potensi kerugian hingga €800 juta pada 2026. Kontras antara saham-saham sektor pertahanan dan energi terbarukan yang menguat, dengan tekanan berat pada Thyssenkrupp, menegaskan bahwa kenaikan indeks Eropa hari ini masih rapuh dan sangat selektif, di tengah pasar yang tetap waspada menunggu “vonis” dari The Fed.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com