Pasar Asia Gelisah, Ada Apa di Balik Hati-Hatinya Investor?
Pasar saham Asia memulai minggu ini dengan langkah berhati-hati. Indeks MSCI Asia turun tipis 0,1%, sejalan dengan pelemahan indeks berjangka AS. Australia ikut melemah, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,4% di tengah laporan bahwa ekonomi Jepang kembali menyusut pada kuartal ketiga. Situasi ini diperburuk oleh hubungan Jepang-Tiongkok yang memanas, terutama setelah insiden pesawat tempur Tiongkok yang mengarahkan radar kendali tembakan ke jet Jepang.
Kewaspadaan investor juga semakin meningkat karena pasar global sudah melayang dekat level tertingginya, didorong oleh reli saham berbasis AI sepanjang tahun ini. Minggu ini, para pelaku pasar menunggu keputusan penting dari sejumlah bank sentral, mulai dari Australia hingga AS dan Brasil. Meskipun Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga, ketidakpastian untuk tahun 2026 masih besar. Para analis Barclays menilai bahwa tahun tersebut kemungkinan akan menjadi periode suku bunga tinggi yang bertahan lama, kecuali inflasi benar-benar melemah.
Ketegangan geopolitik di Asia menjadi perhatian utama. Selain insiden militer Jepang-Tiongkok, pasar juga menunggu data perdagangan terbaru Tiongkok untuk mengukur kesehatan ekonomi negara itu. Di Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Uni Eropa dapat mengambil langkah keras-termasuk tarif-jika Tiongkok tidak menangani ketidakseimbangan perdagangan yang makin melebar. Sementara itu, emas naik tipis setelah bank sentral Tiongkok menambah cadangan untuk bulan ke-13, sedangkan minyak tetap stabil di atas $60 per barel.
Di Amerika Serikat, S&P 500 naik 0,2% menuju rekor tertinggi setelah data inflasi sesuai perkiraan. Namun imbal hasil obligasi 10 tahun AS justru naik ke 4,14%, menutup minggu terburuk sejak April. Analis memperingatkan bahwa yield bisa menembus 4,5% jika dorongan fiskal pemerintahan Trump sebelumnya, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan momentum reflasi global terus berlanjut. Jika itu terjadi dalam waktu cepat, tekanan terhadap pasar saham bisa semakin besar. (az)
Sumber: Newsmaker.id