Bursa Eropa Runtuh, AI Bubble & The Fed Bikin Investor Panik?
Bursa saham Eropa jatuh pada perdagangan Jumat (21/11) dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak akhir Maret. Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 1% ke level 558,19, terendah sejak awal Oktober. Indeks utama lain juga ikut melemah, dengan DAX Jerman turun 1,2% ke level terendah sejak awal Mei dan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,7% ke posisi terendah satu bulan.
Saham-saham teknologi kembali menjadi sumber tekanan utama. Sektor ini turun sekitar 2%, sementara saham perusahaan yang diuntungkan dari booming AI ikut tergelincir. Schneider Electric melemah sekitar 2%, dan Siemens Energy jatuh lebih dalam, hingga 7%. Koreksi ini memperkuat kekhawatiran bahwa valuasi saham-saham terkait teknologi dan AI sudah terlalu mahal.
Reli global yang sempat muncul pada Kamis setelah proyeksi optimistis Nvidia ternyata tidak bertahan lama. Kekhawatiran soal potensi “gelembung AI” kembali muncul, membuat investor memilih mengurangi risiko. Di saat yang sama, data ketenagakerjaan AS yang hasilnya campuran menambah ketidakpastian mengenai keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember.
Secara keseluruhan, STOXX 600 berada di jalur penurunan hampir 3% dalam sepekan, yang menjadi penurunan mingguan terbesar sejak gejolak pasar global akibat pengumuman tarif AS pada akhir Maret hingga awal April lalu. Kondisi ini menunjukkan sentimen investor di Eropa saat ini cenderung defensif, dengan kekhawatiran utama datang dari sektor teknologi dan arah kebijakan moneter AS.
Sumber: Reuters.com