• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 November 2025 07:54  |

Bursa Asia Kompak Lesu, Tapi Korea Malah Ngebut, Ada Apa?

Pada perdagangan Selasa pagi, 18 November 2025, sentimen di bursa Asia masih cenderung hati-hati setelah penurunan tajam di Wall Street dan kekhawatiran soal arah suku bunga The Fed. Mayoritas indeks di kawasan bergerak melemah, dengan investor memilih mengurangi risiko jelang rilis laporan keuangan Nvidia dan data tenaga kerja AS yang sempat tertunda imbas shutdown pemerintahan terpanjang dalam sejarah.

Di Jepang, Nikkei 225 ditutup turun sekitar 0,1% di 50.323,91, sementara indeks Topix juga melemah. Tekanan terbesar datang dari saham-saham pariwisata dan ritel setelah China mengeluarkan peringatan perjalanan ke Jepang di tengah memanasnya ketegangan terkait Taiwan. Saham department store dan kosmetik tercatat anjlok, mencerminkan kekhawatiran bahwa kunjungan turis China—yang selama ini jadi sumber belanja utama akan melambat.

Di Hong Kong dan China daratan, tekanan jual juga terasa. Hang Seng melemah sekitar 0,7% ke kisaran 26.384, sementara CSI 300 dan Shanghai Composite sama-sama terkoreksi, terbebani kekhawatiran valuasi tinggi saham teknologi dan risiko gelembung setelah reli panjang yang ditopang tema AI. Di sisi lain, Korea Selatan justru menjadi pengecualian: Kospi melonjak hampir 2% dan Kosdaq juga menguat, terbantu aksi beli pada saham chip dan teknologi yang dianggap sudah turun terlalu dalam.

Dari sisi makro, kalender data Asia hari ini relatif sepi, dengan sorotan pada risalah pertemuan RBA yang kembali menegaskan sikap tahan suku bunga, serta pidato pejabat The Fed yang dinilai pasar bisa memberi petunjuk tambahan soal peluang pemangkasan di Desember. Di pasar valuta asing, dolar AS cenderung lebih kuat, sementara yen sempat mencoba menguat kembali setelah sebelumnya tertekan. Secara keseluruhan, pelaku pasar Asia masih menahan diri: menunggu kombinasi sinyal dari The Fed, data tenaga kerja AS, dan laporan Nvidia sebelum berani masuk lagi lebih agresif ke aset berisiko.(asd)

Source: Bloomberg.com

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com NM23 Ai