Saham AS Ditutup Mendatar hingga Melemah
Saham-saham AS berhasil bangkit dari tekanan jual yang tajam di awal sesi pada hari Jumat (14/11), tetapi akhirnya tetap berakhir mendatar hingga melemah. Investor memanfaatkan penurunan sebelumnya untuk kembali masuk ke saham-saham teknologi besar dan menilai ulang peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
Pada penutupan, S&P 500 dan Nasdaq 100 bergerak nyaris datar, sementara Dow Jones berakhir turun sekitar 280 poin.
Saham-saham teknologi utama seperti Nvidia, Microsoft, Oracle, dan Palantir masing-masing menguat antara 1,1% hingga 2,4%, sehingga menutup sebagian pelemahan tajam yang terjadi pada hari Kamis. Sebaliknya, saham-saham defensif tertinggal, dengan UnitedHealth turun 3,2% dan Home Depot melemah 1,6%.
Lebar pasar (market breadth) terlihat tidak merata, karena sejumlah saham berkapitalisasi besar menyentuh rekor tertinggi baru, sementara jumlah yang hampir sama justru jatuh ke level terendah tahunan. Hal ini menegaskan bahwa pasar masih bergulat dengan valuasi saham-saham AI yang sudah tinggi, kebutuhan pendanaan yang meningkat, dan turunnya ekspektasi pelonggaran kebijakan dalam jangka pendek.
Berakhirnya penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan memang menghapus satu sumber ketidakpastian, tetapi sekaligus menciptakan masalah baru akibat tertundanya rilis data ekonomi.
Keterlambatan data ini membuat pelaku pasar kekurangan sinyal yang jelas menjelang keputusan The Fed berikutnya, sehingga volatilitas tetap terjaga tinggi ketika investor mulai menata ulang posisi untuk menyambut akhir tahun.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com