Saham Eropa Ditutup Melemah, Tertekan Wall Street dan The Fed
Bursa saham Eropa ditutup turun tajam untuk sesi kedua secara beruntun pada hari Jumat (14/11). Tekanan utama datang dari kekhawatiran valuasi saham-saham teknologi raksasa AS yang dinilai sudah terlalu mahal, sementara komentar pejabat Federal Reserve yang menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan berikutnya ikut menambah beban sentimen.
Kombinasi keduanya membuat investor lebih berhati-hati dan memilih mengurangi eksposur risiko.
Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling terpukul di zona euro, setelah lonjakan imbal hasil obligasi acuan menekan harga saham bank. UniCredit jatuh sekitar 4,5%, sementara Intesa Sanpaolo, Santander, dan BBVA terkoreksi antara 2,5% hingga 3,5%. Di sisi lain, saham-saham teknologi Eropa seperti SAP, Prosus, Infineon, dan Nokia ikut melemah antara 1,5% hingga 4%, mengikuti pelemahan tajam saham teknologi di Wall Street.
Meski mayoritas sektor tertekan, masih ada beberapa nama besar yang mampu mencetak kinerja positif. Saham Richemont melonjak lebih dari 7% setelah perusahaan melaporkan kenaikan penjualan yang didorong oleh permintaan kuat dari AS dan Tiongkok. Allianz juga naik sekitar 1% setelah membukukan hasil keuangan rekor untuk sembilan bulan pertama tahun ini, menjadi salah satu penopang di tengah tekanan pasar yang luas.
Secara mingguan, meskipun ditutup melemah di akhir pekan, pasar Eropa sebenarnya masih membukukan kinerja positif.
Indeks STOXX 50 naik sekitar 2,3% dan STOXX 600 menguat 1,8% dalam sepekan, dengan kedua indeks sempat menyentuh rekor tertinggi baru di awal minggu. Artinya, koreksi dua hari terakhir lebih terlihat sebagai aksi ambil untung dan penyesuaian risiko setelah reli kuat sebelumnya, bukan perubahan total arah tren dalam jangka menengah.
Source: Tradingeconomics.com