• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 November 2025 07:41  |

Saham Asia Tergelincir Saat Harapan Rate Cut The Fed Mulai Pudar

Bursa saham Asia melemah di awal perdagangan setelah Wall Street anjlok, terutama sektor teknologi yang kembali jadi sumber tekanan. Indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Australia dibuka turun, meski indeks kawasan Asia sebenarnya masih di jalur kenaikan ketiga dalam empat minggu. Di AS, S&P 500 ditutup turun 1,7% dan Nasdaq 100 turun 2,1%. Di Eropa, pound ikut tertekan setelah media melaporkan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves batal menaikkan pajak penghasilan.

Dolar, emas, dan obligasi AS (Treasuries) masih menahan pelemahan sebelumnya, sementara komentar pejabat The Fed mulai membuat pasar ragu soal peluang pemangkasan suku bunga pada Desember. Laporan tenaga kerja AS untuk Oktober akan dirilis tanpa data tingkat pengangguran karena survei rumah tangga tidak dilakukan saat penutupan pemerintah. Tekanan jual di saham teknologi besar makin kuat karena valuasi dinilai sudah mahal, dan sebagian dana mulai berpindah ke sektor yang lebih defensif. Peluang rate cut Desember kini turun ke bawah 50%.

Meski Presiden Donald Trump sudah menandatangani aturan untuk mengakhiri penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah, butuh waktu sampai birokrasi berjalan normal lagi. Kekosongan sebagian data ekonomi akibat shutdown membuat sebagian pelaku pasar khawatir The Fed justru memilih menahan suku bunga. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed juga cenderung hati-hati: kebijakan harus tetap agak ketat, inflasi masih di atas target, dan tidak semua pejabat setuju dengan pemangkasan terakhir.

Di luar isu suku bunga, Trump juga menyiapkan pemangkasan tarif yang cukup besar untuk meredam kenaikan harga pangan dan mendorong serangkaian kesepakatan dagang baru. Di Asia, perhatian tertuju pada rilis data China hari Jumat, termasuk harga rumah, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran. Sebelumnya, data bank sentral China menunjukkan pertumbuhan kredit bulan lalu adalah yang paling lemah dalam lebih dari satu tahun, menandakan permintaan pinjaman dan aktivitas ekonomi masih lesu. Semua ini membuat pelaku pasar di kawasan Asia cenderung berhati-hati.(asd)

Source : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com NM23 Ai